Entri Populer

Friday, September 26, 2014

Ranu Regulo 14-15 Maret 2014

Hai traveler, lama kita gak ngepost ya. Kali ini kita akan menceritakan perjalanan ke Ranu Regulo yang masuk pada Kawasan Bromo Tengger Semeru. Ranu Regulo ini merupakan danau yang terletak di kaki gunung semeru dan berdekatan dengan ranu pane. Ranu Regulo merupakan deretan danau yang ada di kawasan Bromo Tengger Semeru yang memiliki keindahan masing masing. Ada 3 danau di kawasan ini, yaitu ranu pane, ranu regulo dan ranu kumbolo. 
Bagi traveler yang ingin camping di ranu regulo ini ada 2 akses jalan melalui lumajang dan malang. Kalau saya sih mending lewat malang karena kalau lewat lumajang gak tau jalannya hehe. Akses jalan juga udah aspal sayang jalan sekitar ranu pane udah agak rusak. Nih penampakan jalannya. 
Ranu Regula ini kawasan camping yang strategis menurut saya, bagi kalian yang suka keheningan malam dan dinginnya pegunungan sangat cocok camping di sini. Bagi kalian yang ingi berkunjung ke sini jalannya tidak jauh, tidak usah hiking. Cukup ikuti jalan paving yang ada di dekat ranu pane saja kita sudah sampai di Ranu Regula. 
Kita saat itu berangkat pukul 15.00 dari kota Malang dan sampai sekitar 17.30. Pemandangan yang luar biasa di sepanjang perjalanan kita, sayang kita sampai terlalu gelap dan kabut sudah turun. Tak pikir panjang kita langsung parkir sepeda di pos perijinan ranu pane dan langsung bergegas menuju Ranu Regula. Setelah sampai, kita langsung mendirikan tenda dan membuat api unggun. Udaranya ekstrem sobat dingginnya minta ampun. Di sana kita gak sendirian loh, di sana ada nenek nenek penunggunya kalau gak salah namanya mbok "nom". Ceritanya sih dulu nenek itu menemani cucunya yang sedang mandi di Ranu Regulo tersebut. Terus entah gara gara apa cucunya tersebut tenggelam dan meninggal. Lah mbok nom sedih dan selalu menunggu di balkon yang ada di Ranu Regulo tersebut berharap cucunya kembali, ceritanya sih gitu. Tapi gak masalah kok mbok nom gak ganggu kita sama sekali. Yang saya herankan mbok nom hanya memakai baju adat Tengger tanpa menggunakan jaket sama sekali dan ditemani api unggun tapi mbok nom gak ngerasa dingin sama sekali. Kita yang lengkap membawa jakeet dan sleepingbag saja masih tetap kedinginan, sungguh hebat mbok nom. 
Oh iya lanjut cerita pada pukul 19.00 kita membuat santap malam secukupnya demi mengisi perut keroncongan. Niatnya camping di sini sih aslinya merayakan ulang tahunku yang ke 20. Pengen cari suasana ulang tahun yang berbeda sih sebenarnya hehe. Ulang tahun yang ke 20 ditemani alam dan heningnya malam mungkin ide yang sangat bagus. Tepat pukul 00.00 saya mendapat surprise dari mantan saya yang sekalian ikut dalam perjalanan kita kali ini. Kok sempet sempetnya dia bawa kue dan lilin disaat seperti ini. Sedikit terharu sih sebenarnya, apalagi dia sekarang udah gak bersama aku lagi sekarang, sedikit curhat nih hehehe. 
Setelah itu, kita dan teman teman lanjut tidur dan bangun pagi. Surga dunia kawan bangun pagi memandang alam yang begitu indahnya. Pemandangan danau yang dikelilingi pepohonan yang hijau benar benar mencuci mata. Ulang tahun yang sempurna menurut saya, dengan kesederhanaan dan bersatu dengan alam membuatku lebih menghargai alam ciptaanNya. Semoga anak cucuku kelak masih bisa menikmati indahnya ciptaanMu. Aminnn. 
Tetap ikuti blog ini ya traveler, akan ada sepenggal cerita lagi tentang Ranu Kumbolo pada episode selanjutnya. Terima kasih :)