Entri Populer

Thursday, August 28, 2014

Pantai Licin Malang Selatan

Hai traveler, kali ini kita akan menuliskan cerita tentang perjalanan ke Pantai Licin. Pantai Licin merupakan pantai pesisir di sebelah selatan Kabupaten Malang. Pantai yang masih perawan dan jarang ada orang. Pantai selatan yang terkenal dengan ombak besarnya tak mengurungkan niat kita untuk tetap camping di sana. Pantai yang terletak di desa Lebakharjo ini sungguh sulit dicapai, harus melewati rimbunnya hutan dan jalan setapak yang terjal berliku. Butuh perjua gan ekstra untuk mencapai surga dunia ini. 
Memang akses jalan sebagian sudah diaspal tetapi hanya sampai desa lebakharjo saja, kalau menuju pantainya kita harus melewati jalan setapak yang terjal tersebut. Pantai ini dapat ditempuh sekitar 2 jam kalau kita dari Kota Malang. 


Kemarin (25-08-2014), kita berangkat pukul 13.00 dari Kota Malang dan sampai sekitar pukul 15.00. Di sepanjang perjalanan kita disuguhkan pemandangan alam yang menakjubkan. Mulai dari perbukitan yang hijau, perkebunan kopi dan pisang, hingga sungai aliran lahar Gunung Semeru. Oh iya Pantai Licin ini pantai yang berpasir hitam beda dengan pantai kebanyakan yang berpasir putih dan coklat. Warna hitam ini merupakan campuran pasir dari letusan Gunung Semeru yang mengalir lewat sungai dan berakhir di Pantai Licin tersebut. Fenomena alam yang menakjubkan bukan? Perlu traveler ketahui ya, jarak Pantai Licin dengan Gunung Semeru sekitar 75 km jadi ketika traveler ingin ke Pantai Licin tapi Gunung Semeru mengalami peningkatan status anda harus menunda dulu perjalanan ke Pantai Licin. Takutnya terkena dampal lahar dinginnya. 


Ketika kita sudah sampai di Pantai Licin, langsung saja kita bergegas mendirikan tenda dan berenang di pantai. Air yang jernih dan dingin sangat menggoda setelah 2 jam perjalanan yang sulit. Segar rasanya ketika kita sudah berenang di pantai tersebut. Angin yang sepoi sepoi ditambah terjangan ombak rasanya begitu pas ditambah secangkir kopi yang telah kita siapkan. Tak pikir panjang kita selesai berenang pangsung memasak mumpung belum gelap karena kita tidak membawa perlengkapan cahaya sama sekali hanya bergantung dengan lampu handphone saja. Tidak dapat dibayangkan betapa gelapnya ketika matahari tenggelam. 
Setelah santap sore seketika itu langit berubah jadi gelap gulita tak ada cahaya sama sekali. Rumah penduduk sekitar pantai juga jauh akhirnya kita membuat api unggun tapi sayangnya api unggun tidak bertahan lama. Akhirnya kita memutuskan masuk tenda dan membereskan semua peralatan karena ombak sangat besar takut nanti ombaknya ke tenda kita. Sekitar jam 19.00 kita saling berjaga agar ombak tidak sampai ke tenda kita. Tapi akhirnya ombak tidak bisa ke tenda kita. Tapi ya tetap saja kita diselimuti gelap gulita. Sempat khawatir sih soalnya sepeda yang kita parkir di belakang tenda tidak kelihatan sama sekali. 
Setelah gelap terbitlah terang, menakjubkan sekali pemandangan matahari terbit di Pantai Licin. Matahari terlihat gagah memancarkan sinarnya. Sayangnya hanya beberapa menit kita dapat menikmati pemandangan tersebut dikarenakan cuaca mendung. Oh iya bagi traveler yang ingin camping di Pantai ini saya sarankan agar membawa perlengkapan cahaya yang cukup dan bekal air putih yang banyak, karena di sini memang tidak ada orang sama sekali. 
Akhirnya kita sarapan dan bergegas pulang karena ada keperluan masing-masing. Sungguh perjalanan yang menakjubkan di Pantai Licin. Bumi ini indah sayang jika tangan kecil kita merusaknya, mari kita jaga keindahanNya. Terima Kasih Tuhan Kau telah berikan Bumi yang indah ini. 












No comments:

Post a Comment