Entri Populer

Monday, June 8, 2015

Pulau Merah dan Teluk Hijau Banyuwangi 8-10 April 2015

Hai kawan-kawan pecinta ombak dan pantai, kali ini aku akan tulis sedikit cerita tentang perjalanan ke pantai Pulau Merah dan Teluk Hijau. Siapa sih yang gak tau indahnya pantai di Banyuwangi, tidak asing lagi nama-nama pantai itu adalah PulauMerah dan Teluk Hijau. Pertama yang aku ceritakan adalah Pulau Merah. Pulau Merah dikenal karena sebuah bukit hijau kecil bertanah merah yang terletak di dekat bibir pantai. Pantai ini terletak di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Menurutku akses jalan di sini terbilang bagus sih, banyak panduan jalan menuju pantai ini. Banyak juga penginapan ataupun guest house di sana. Warung dan toko juga sudah banyak. Pantai ini sudah sebagai obyek wisata sejak tahun 2012 jadi akses dan fasilitas sudah bagus. Ini nih penampakan pantai beserta pulaunya


Kawan-kawan jika ingin mengunjungi pantai ini rekomendasinya ketika sunrise, katanya sih. Aku saat itu malam nyampainya terus cari penginapan baru paginya explore deh. Oh iya penginapan di sini harganya fantastis loh kawan. Tapi asal kita pintar-pintar menawar bisa dapet murah kok hehe. Pasaran harga guest house per hari sekitar 500-1jt, tapi kalo pintar nawar dapetnya jadi 250-300 hehe. Akses ke penginapan ke pantai dekat banget cukup jalan kaki. Tiket masuknya juga murah meriah hanya 3000 saja.
Setelah puas main di Pulau Merah, aku lanjut ke Teluk Hijau. Perjalanan dari Pulau Merah ke Teluk Hijau memakan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan. Akses jalannya rusak parah, jadi selama 2 jam itu kita melewati jalan bebatuan. Maklum lah belum terjamah haha. Maaf kawan aku gak bisa jelasin jalannya dikarenakan lupa hehe. Kalo menurut wikipedia sih ini jalurnya Dari Kota Banyuwangi menuju ke arah selatan melewati Kabat, Rogojampi, Srono, Cluring, hingga tiba di simpang empat Desa Jajag, kemudian belok kiri. Kemudian pengendara tiba di sebuah simpang empat. Pengendara dapat mengambil arah serong kiri melewati Desa Sambirejo dan Desa Seneporejo kemudian tembus di Pasar Kesilir. Atau mengambil arah lurus (melewati Desa Gambiran, Jembatan Gambiran-Bangorejo, lalu belok kiri arah Pedotan melewati Tugu Tani Gunungsari dan Monumen P. Kusno, kemudian tiba di simpang empat dan belok kanan hingga tiba di persimpangan Pedotan. Setelah itu pengendara bisa memilih mengambil arah kiri melewati Buk Putih hingga tiba di simpang empat Siliragung, atau mengambil arah terus melewati Desa Sukorejo dan Desa Kesilir dan tiba juga di simpang empat Siliragung. Dari simpang Siliragung pengendara dapat mengambil arah serong kiri meewati Kantor Camat Siliragung, Polsek Siliragung, lalu tiba di simpang empat dan belok kanan melewati Jembatan Kalibaru dan tiba di simpang empat Pasar Sanggar, atau mengambil arah lurus melewati Jembatan Siliragung-Sumbermulyo dan Jalan Ahmad Kusnan dan tiba di simpang empat Pasar Sanggar. Jika pengendara dari simpang empat Siliragung mengambil arah lurus, tiba di Persimpangan Penyu dapat langsung belok kanan tanpa melewati Pasar Sanggar, melewati jalur ini akan bertemu di satu titik (Kantor Desa Sumbermulyo) dengan pengendara dari arah Pasar Sanggar. Dari Kantor Desa Sumbermulyo belok kiri menuju Desa Sumberagung. Setelah itu pengendara tiba di Persimpangan Pancer, ambil arah lurus melewati jalur Gunung Gamping dan Perkebunan Sungailembu. Dari sini kondisi jalan masih baik hingga tiba di makam Sungailembu dimana sebelumnya pengendara belok kiri di Persimpangan Pabrik. Dari makam jalan lurus hingga tiba di Persimpangan Kandangan. Dari sana, pengendara dapat mengambil arah kiri melewati pemukiman warga di Desa Kandangan dan jembatan kayu Kandangan-Sarongan atau mengambil arah lurus melewati Afdeling Sumberbopong Sungailembu dan Perkebunan Sumberjambe. Kedua jalur ini akan mengarah ke Terminal/Pasar Sarongan. Dari Pasar pengendara menuju ke arah selatan melewati Gereja Pantekosta, Kantor Desa Sarongan, Dusun Besaran, Dusun Bayuran dan Dusun Rajegwesi dan tiba di pos pemeriksaan dan tiket. Dari pos pengendara dapat mengambil arah serong kiri (melewati Pantai Rajegwesi lalu belok kanan) atau mengambil arah lurus (melewati Perumahan Tsunami) hingga tiba di kawasan parkir kendaraan yang terletak di kawasan Teluk Damai. Dari sini perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki mendaki jalur sepanjang 1 km di bukit kecil di tiba di Pantai Batu. Dari Pantai Batu, Teluk Hijau hanya berjarak sekitar 300 meter. Total perjalanan adalah sekitar 91 km.
Rumit kan kawan hehe, mending pakai GPS aja deh kalo rekomendasiku.
Teluk Hijau ini pantai yang istimewa menurutku, pantai yang memiliki warna hijau dan pemandangan yang luar biasa. Tapi ombak di sini sangat besar, hati-hati kalo berenang di sini. Pantai ini juga masih dihuni berbagai jenis kera. Hati-hati juga barang bawaan kalian bisa-bisa dicuri sama kera hehe. Yang membuat aku salut di sini orang-orang sekitar respect banget terhadap kebersihan. Setiap minggu orang-orang sekitar gotong royong mengambil sampah serta membersihkan daerah sekitar pantai dari SAMPAH. Ingat kawan BUMI INI INDAH TANPA SAMPAH. Jangan pernah sekali-kali buang sampah sembarangan, buanglah sampah pada tempat yang telah disediakan. Jagalah bumi kita dari sampah.
Ini nih penampakan pantainya kawan




Sekian dulu ya kawan tentang ceritaku di Pantai Banyuwangi, sekali lagi aku tegasin JANGAN SAMPAI KALIAN MENINGGALKAN SAMPAH, BE A SMART TRAVELLER. DO NOT LEAVE ANYTHING BUT FOOTPRINT, DO NOT TAKE  ANYTHING BUT PICTURE. 

Pantai Pulau Merah:









Pantai Teluk Hijau:


















No comments:

Post a Comment